Entri Populer

Selasa, 08 Januari 2013

Makalah PT. LG Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

I.I        LATAR BELAKANG
Strategi pemasaran merupakan salah satu awal dalam rangka mengenalkan produk pada konsumen dan ini akan menjadi sangat penting karena akan berkaitan dengan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh oleh perusahaan. Strategi pemasaran akan bisa berguna dengan optimal bila didukung dengan perencanaan yang terstruktur baik secara internal maupun eksternal. Semua organisasi, baik berorientasi profit maupun not-for-profit, harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan konsumen bila ingin tetap dapat beroperasi dan sukses.

Kemampuan organisasi dalam menentukan siapa yang menjadi konsumen dari produk/jasa yang dihasilkan merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi. Berikutnya barulah organisasi dapat memfokuskan diri untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, cara-cara memenuhi kebutuhan itu dan akhirnya mengusahakan konsumen untuk tetap mengkonsumsi produk/jasa yang ditawarkan perusahaan. Di samping itu, organisasi harus memiliki kemampuan pula untuk menyampaikan informasi kepada konsumen bahwa mereka telah menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Di sinilah fungsi pemasaran (marketing) menonjol. Ia menjadi penghubung antara organisasi dan konsumen. Lebih jauh lagi, fungsi ini dapat diberdayakan untuk mendukung suatu gagasan dan mendidik konsumen.

The American Marketing Association mendefinisikan Marketing (management) sebagai “the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and services to create exchanges that satisfy individual and organizational objectives. Proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan pendistribusian gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memenuhi tujuan individu dan organisasi. Philip Kotler sendiri mendefiniskan marketing management sebagai “the art and science of choosing target markets and getting, keeping, and growing customers through creating, delivering, and communicating superior customer values”. (Seni dan ilmu di dalam memilih pasar sasaran dan mendapatkan, memelihara dan mengembangkan para pelanggan melalui proses penciptaan, penyampaian dan pengkomunikasian nilai pelanggan yang lebih baik).

1.2      SEJARAH PERUSAHAAN

LG Electronics, Inc. didirikan pada tahun 1985 sebagai pelopor di pasar elektronik di Korea. Perusahaan ini menghasilkan produk-produk elektronik serta produk informasi dan komunikasi dengan penjualan konsolidasi tahunan untuk tahun 2004 sebesar 38 milliar dollar. Dengan lebih dari 66,000 karyawan (31,614 di Korea / 35,000 diluar Korea) yang ada di 76 cabang di 39 negara di dunia, LG Electronics terdiri dari 4 bisnis utama perusahaan termasuk Mobile Communications, Digital Appliance, Digital Display, dan Digital Media. LG Electronics memiliki 46 institusi teknologi dan pusat penelitian di seluruh dunia.

PT LG Electronics Indonesia berdiri di Indonesia pada tahun 1990. PT. LG Electronics Indonesia merupakan salah satu bagian dari LG Group yang didirikan di Korea pada tahun 1985. Perusahaan yang bergerak di bidang elektronik ini pada awalnya merupakan kesepakatan antara Goldstar Korea dengan Astra Indonesia untuk membentuk perusahaan elektronik di Indonesia, yang bernama PT. Goldstar Astra Indonesia.

 Pada awalnya PT LG Electronics Indonesia menggunakan merek Goldstar untuk pasar domestik di Indonesia. Merek Goldstar ini kemudian dikenal dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi pada tahun 1996, PT. Goldstar Astra mengalami perubahan nama menjadi PT LG Astra Electronics, dan merek yang digunakan berubah menjadi LG, yang merupakan singkatan dari Lucky Goldstar.

Setelah berjalan selama 2 tahun, tepatnya pada tahun 1998 kepemilikan saham PT LG Astra Electronics mengalami perubahan dengan dimilikinya seluruh saham Astra Indonesia oleh pihak LG Korea dan menyebabkan perubahan nama menjadi PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) yang merupakan 100% perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). LG Group tidak hanya memiliki PT LG Electronics Indonesia saja di Indonesia. LG Group sebagai perusahaan PMA juga memiliki beberapa perusahaan yang masing – masing berdiri sendiri, yaitu :
1. PT. LG Innotek
2. PT. LG Philips

Selain mengembangkan usaha di bidang home appliance, LG Group di Indonesia juga mengembangkan usaha di bidang lain dan memiliki beberapa perusahaan sebagai berikut :
• LG Insurance Indonesia
• Sinar LG
• LG E&C
• LG International Corp.

Berikut adalah sejarah perkembangan PT LG Electronics Indonesia sejak tahun 1990 hingga saat ini :

Tahun 1990an.
- 1990 : Didirikannya PT. Goldstar Astra
.
- 1991 :
a. Didirikannya pabrik konstruksi.
b. Mulai berjalan kegiatan penjualan barang hasil produksi.
c. Dimulainya produksi Conventional TV (C-TV).

- 1992 : Dimulainya produksi Refrigerator jenis SKD ( Produksi jenis CKD
pada Desember 1992)

- 1995 : Didirikannya pabrik konstuksi kedua.

- 1996 :
a. Nama perusahaan mengalami perubahan dari PT. Goldstar Astramenjadi PT.LG Astra Electronics.
b. Memperkenalkan “LG” sebagai merek dagang perusahaan.

- 1998 :
a. Saham perusahaan, sepenuhnya telah dimiliki oleh LG 100%.
b. Perusahaan meraih sertifikasi ISO 9002 dari TUV Rheinland Germany.

- 1999 :
a. Nama perusahaan mengalami perubahan dari PT.LG Astra Electronics menjadi PT.LG Electronics Indonesia.
b. Dimulainya produksi TV jenis CR.

 Tahun 2000an.
- 2000 :
a. Meraih sertifikasi ISO 14001 dari TUV Rheinland Germany.
b. Perusahaan memperkenalkan MOBISS (Mobile Speed Service).
c. Perusahaan memperkenalkan e-commerce site melalui www.tokolg.com.

- 2001 :
a. Perusahaan memperkenalkan MOSS (Motorbike Speed Service).
b. Diperluasnya Refrigerator jenis CAPA.
c. Perusahaan memperkenalkan produk Mobile Phone GSM LG yang pertama di negara Indonesia.

- 2002 :
a. Didirikannya visi baru, yaitu Menjadi Perusahaan Elektronik No.1 di
Indonesia.
b. Dimulainya produksi Recidential Air Conditioner (RAC)

- 2003 :
a. Perusahaan memperkenalkan konsep LG HomNet di Indonesia.
b. Diperluasnya Refrigerator jenis CAPA (dari 400 K Unit menjadi 750 K Unit).
c. Meraih sertifitasi ISO 9001 Ver 2000
d. Pembukaan cabang LG di Yogjakarta.

- 2004 :
a. Perusahaan memperkenalkan Mobile Phone CDMA LG di Indonesia.
b. Pembukaan LG Customer Service di Malang, Jayapura, dan Batam.
c. Pembukaan cabang di beberapa daerah di Indonesia.

 BAB 2
MASALAH YANG DI HADAPI PERUSAHAAN

Dalam melaksanakan kegiatan pemasarannya, ada beberapa permasalahan yang di hadapi oleh PT.LG Electronics Indonesia, dapat diuraikan sebagai berikut:

1.     Perseteruan di antara perusahaan yang bersaing

Persaingan bisnis yang terjadi di antara industri Teknologi Informasi (TI) cukup ketat. Hal ini disebabkan karena pasar yang masih sangat besar untuk produk TI, sehingga perusahaan-perusahaan akan saling bersaing untuk mempertahankan dan juga merebut pangsa pasar baru yang masih terbuka cukup lebar ini. Pesaing utama bagi PT. LG Electronics Indonesia saat ini adalah Samsung. Ini disebabkan karena asal yang sama dari kedua perusahaan yaitu Korea, sehingga menyebabkan adanya kesamaan konsep dalam pola pikir mereka. Contohnya LG Electronics Indonesia dan Samsung membuat produk dengan variasi, teknologi, harga, serta pangsa pasar yang hampir sama. Sampai saat ini kondisi persaingan kedua perusahaan tersebut masih dalam kategori persaingan yang sehat. Contohnya dalam persaingan harga, keduanya bersaing dengan tidak saling membanting harga pada produk yang ditawarkan.

2.     Potensi masuknya pesaing baru

Ancaman dari para pendatang baru cukup besar. Hal ini disebabkan karena dibukanya keran penanaman Modal Asing (PMA) 100% melalui Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1993. Sehingga ruang gerak mereka dalam industri ini menjadi lebih leluasa. Persyaratan yang mengharuskan mereka mencari partner lokal tidak menjadi kendala lagi. Salah satu contoh pemain baru yang sedang gencar memasuki industri ini adalah perusahaan-perusahaan yang berasal dari China.

3.     Adanya ketergantungan beberapa kalangan masyarakat akan merk tertentu

Adanya ketergantungan beberapa kalangan masyarakat akan merk tertentu sehingga bagi pendatang baru yang merknya belum dikenal oleh masyarakat, maka akan lebih susah dalam memasarkan produknya. Selain itu hambatan bagi produk-produk local dalam hal masalah regulasi. Produk-produk China terkadang hanya bermasalah di bea cukai. Sedangkan bagi perusahaan lokal yang ingin mulai mencoba memproduksi barang IT masalah yang akan dihadapi lebih rumit seperti dalam hal pajak, ijin usaha, dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya pendatang baru menjadi ancaman besar bagi LG Electronics. Produsen Cina yang merupakan salah satu pendatang baru ini menjadi ancaman yang besar karena mampu memproduksi barang dengan efisiensi yang tinggi, sehingga harga produknya bisa lebih bersaing dibandingkan produk sejenis dari negara lain.

4.      Potensi pengembangan produk pengganti

Dalam industri ini PT. LG Electronics Indonesia tidak memiliki ancaman barang pengganti. Ini dikarenakan PT. LG Elektronik Indonesia memiliki produk yang sangat bervariasi. Contoh variasinya dalam produk monitor, seperti conventional, LCD, dan flatron.

5.     Kekuatan tawar pemasok

LG Electronics merupakan perusahaan multinasional yang berasal dari Korea, sehingga keberadaan LG Electronics di Indonesia terus dipantau oleh perusahaan induk. Termasuk di dalamnya supply barang untuk mendukung produksi produk-produk IT di Indonesia. Selain itu, supply barang juga didapatkan dari LG Electronics yang berasal dari berbagai negara.
Selama ini supply yang diberikan berdasarkan permintaan dari LG lectronics Indonesia, sehingga dapat dikatakan, kendali masih dipegang oleh LG Electronics Indonesia. Kondisi supplier ini menguntungkan bagi posisi LG Electronics Indonesia karena LG selalu diprioritaskan dalam hal pemesanan barang dan adanya kemudahan dalam transaksi tawar menawar harga. Supply yang diminta dapat berasal dari Korea langsung maupun dari LG Electronics yang berasal dari berbagai negara, tergantung dari produk apa yang dihasilkan.

Supply ini dapat berupa barang jadi maupun komponen-komponen sebagai bahan produksi. Komponen-komponen untuk bahan produksi akan dikirimkan langsung ke pabrik, sedangkan supply dalam bentuk barang akan dikirimkan langsung ke LG Electronics Indonesia untuk kemudian dipasarkan ke masyarakat luas. Karena LG Electronics Indonesia tidak boleh mendapatkan supply dari tempat lain selain dari LG Electronics, maka dalam industri ini, pemasok memainkan peranan yang cukup penting karena produksi tidak akan berjalan jika tidak ada supply barang dari pemasok.

6.     Kekuatan tawar konsumen

Hingga saat ini PT LG Electronics Indonesia memiliki segmentasi pasar atau pelanggan untuk kalangan menengah. Dalam industri ini kekuatan berada di pihak pelanggan. Karena pelanggan memiliki kebebasan dalam memilih produk sesuai dengan keinginan. Karakter pelanggan dalam memilih produk biasanya dipengaruhi oleh merk dan harga. Khusus untuk produk monitor biasanya pelanggan memiliki kecenderungan memilih dari segi harga dengan merk standar.

Selain itu ada pula beberapa faktor kelemahan di dalam perusahaan LG itu sendiri, antara lain sebagai berikut :

1.       Loyalitas karyawan yang masih rendah

LG Electronics Indonesia memiliki tingkat turn over yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya penghargaan terhadap karyawan atas kerja yang dilakukan, banyaknya tekanan pekerjaan, dan umur karyawan yang rata-rata masih tergolong muda sehingga besar kemungkinan bagi mereka untuk terus mencari kesempatan yang lebih baik di perusahaan lain.

2.      Kurang ketatnya pengawasan peraturan pemasaran

Pada awalnya LG Electronics sudah menentukan batas-batas distribusi produk bagi Master dealernya. Tetapi pada kenyataannya banyak terdapat penyimpangan pada pendistrbusian produk LG. Sehingga ini dapat menimbulkan image yang buruk tentang manajemen LG Electronics.

3.     Pengambilan keputusan yang memakan waktu agak lama

Pengambilan keputusan yang memakan waktu agak lama karena kurangnya informasi yang diberikan pada eksekutif Informasi yang selalu diberikan pada eksekutif saat ini adalah informasi penjualan perusahaan. Sehingga pada saat-saat tertentu eksekutif membutuhkan waktu yang lama dalam pengambilan keputusannya. Misalkan dalam penentuan harga baru. Pihak pesaing sudah terlebih dahulu menentukan harga baru atau menurunkan harga produk, tetapi karena kurangnya informasi untuk menjadi pertimbangan dalan penetapan harga sehingga eksekutif membutuhkan waktu lama dalam membuat keputusan.



4.      Permasalahan pengiriman barang

Dengan distribusi coverage yang cukup luas dan tidak tersedianya pengaturan pengiriman barang barang yang baik sehingga menyebabkan sering terjadinya berbagai masalah mengenai pengiriman barang seperti keterlambatan pengiriman barang ke Master Dealer maupun kesalahan pengiriman barang. Keterlambatan pengiriman barang membuat tidak adanya ketersediaan barang di pasar yang akhirnya membuat kecewa konsumen dan tidak dapat diingkari ini dapat membuat konsumen berpindah ke merk lain.

5.     Harga yang bervariasi pada end user

Pada dasarnya memang tidak ada price list untuk end user, melainkan perusahaan hanya menentukan net price suatu produk. Tetapi pada kenyataannya banyak Master Dealer yang saling membanting harga sehingga harga produk LG di pasaran menjadi tidak terkontrol.

Beberapa hal yang menjadi kendala dalam sistem pemasaran yang sedang berjalan dalam memenuhi kebutuhan informasi untuk para eksekutif adalah :

1.      Sistem yang sedang berjalan hanya menampilkan informasi penjualan. Sedangkan masih banyak informasi-informasi lain yang dibutuhkan eksekutif yang tidak terdapat di dalam sistem tersebut. Sehingga dalam pengambilan keputusannya eksekutif harus mengumpulkan beberapa informasi yang tidak tersedia tersebut baru kemudian menganalisisnya sebelum mengambil keputusan.

2.      Sistem yang sedang berjalan belum dapat menyajikan laporan yang memberikan perbandingan dan juga kinerja perusahaan secara ringkas yang dapat membantu eksekutif pemasaran untuk membuat perencanaan dalam kegiatan pemasarannya.

3.      Belum adanya informasi yang bersifat eksternal yang dapat memberikan informasi mengenai pangsa pasar dan juga pesaing.

4.      Tidak adanya laporan yang berisikan informasi mengenai kejadiankejadian yang menyimpang atau exception report penjualan.


Berikut adalah beberapa ancaman eksternal yang di hadapi oleh perusahaan, antara lain sebagai berikut :

1.     Kebebasan konsumen dalam memilih produk

Konsumen memiliki kebebasan dalam memilih produk. Ini diakibatkan karena semakin banyaknya perusahaan yang bergerak di industri ini dan produk yang ditawarkan pun semakin beragam dengan harga yang sangat bersaing. Ini merupakan salah satu ancaman bagi LG Electronics Indonesia karena kebebasan memilih produk ada di tangan konsumen.
                                                                                                                                      
2.     Pesaing dengan pangsa pasar, variasi produk, dan harga yang hampir sama

Samsung dapat dikatakan sebagai pesaing utama LG Electronics Indonesia di bidang IT. Ini dikarenakan Samsung juga memiliki pangsa pasar, variasi produk bahkan harga yang hampir sama dengan LG. Ini dapat merupakan ancaman bagi pihak LG.

3.     Stabilitas ekonomi dan politik yang tidak menentu

Memburuknya kondisi ekonomi dan politik memberikan ancaman bagi perusahaan. Misalnya menurunnya daya beli masyarakat, terjadinya inflasi, dan sebagainya.

4.     Banyaknya pendatang baru di bidang yang sama

Pendatang-pendatang baru di industri ini cukup banyak. Terlebih tidak jarang harga yang diberikan jauh lebih murah dibanding dengan LG, sehingga ini merupakan salah satu ancaman bagi LG Electronics Indonesia karena tidak semua masyarakat yang mau membeli barang dengan harga yang lebih mahal jika ternyata ada harga yang jauh lebih murah.

5.     Adanya Parallel import

Produk LG yang diperjual belikan di Indonesia adalah produk hasil keluaran pabrik yang ada di Indonesia, tepatnya di Cibitung. Sedangkan ada beberapa penjual yang mengimpor produk-produk LG yang dihasilkan di negara lain misalnya Singapura ataupun Malaysia


 BAB 3
STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN

Dalam melaksanakan kegiatan pemasarannya, PT LG Electronics Indonesia menetapkan kebijakan pembauran pemasaran yang merupakan program dan strategi yang sedang dijalankan yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.     Kebijakan Produk

PT. LG Electronics Indonesia memproduksi berbagai produk teknologi. Produk-produk yang diproduksi pada subdivisi IT Product antara lain :
• Monitor
• OSD (Optical Storage Device)

Untuk produk monitor terdapat bermacam-macam type yang dipasarkan. Tetapi keseluruhannya dibagi dalam 3 jenis, yaitu conventional, flatron, dan LCD. Untuk produk OSD juga terdapat bermacam-macam tipe. Diantaranya adalah CD ROM, CD RW, DVD ROM, Combo, DVD RW Int, DVD RW (SATA), dan DVD RW Eksternal.

2.     Kebijakan Harga

Perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor dalam menentukan harga karena harga mempunyai hubungan yang erat dengan pendapatn perusahaan. Adapun beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan harga, antara lain :

1.      Biaya (cost)
• Biaya produksi
• Biaya pemasaran
• Pajak yang dikenakan
2.      Keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan
3.      Harga produk-produk saingan

PT. LG Electronics Indonesia tidak menentukan harga jual ke konsumen akhir. Perusahaan menentukan harga jual yang sama pada tiap Master Dealer dan Dealer dimana harga untuk end user ditentukan sendiri oleh masing-masing Dealer.

3.      Kebijakan Distribusi

PT. LG Electronics Indonesia mempunyai saluran distribusi yang dapat dikelompokkan menjadi Master Dealer, dan Dealer sehingga dapat digolongkan ke dalam saluran distribusi dua tingkat (two level channel). Master Dealer PT. LG Electronics Indonesia untuk produk IT, antara lain :

• Sempurna Computer (Jakarta)
• Aldo Computer (Jakarta)
• Trisentosa (Jakarta)
• PT. Into Sanho Technology (Medan)

Dealer PT. LG Electronics Indonesia untuk produk IT, antara lain :
• Asiatech
• Expert Computer
• Bintang Raya
• D Com
• HJ
Selain itu PT. LG Electronics Indonesia memiliki kantor cabang di beberapa daerah di Indonesia, antara lain :

• Bandung
• Semarang
• Surabaya
• Denpasar
• Ujung Pandang
• Manado
• Medan
• Palembang
• Pekanbaru
• Padang
• Banjarmasin
• Samarinda
• Yogyakarta

4.     Kebijakan Promosi

Promosi yang dilakukan oleh PT. LG Electronics Indonesia ditujukan selain pada Master Dealer dan Dealer-nya juga ditujukan langsung ke end user. Promosi yang ditujukan ke Master Dealer atau Dealer berupa discount tambahan dan point yang dapat dikumpulkan untuk ditukarkan dengan berbagai macam barang hadiah seperti sepeda motor, TV, dan sebagainya. Sedangkan promosi yang ditujukan untuk end user biasanya berupa voucher belanja Carefour. Promosi yang dilakukan selain berguna untuk memikat ataupun mendorong Master Dealer maupun Dealer untuk lebih banyak lagi menjual produk-produk perusahaan hingga sampai end user, juga berguna untuk meningkatkan hubungan baik dengan para Master Dealer maupun Dealer.

beberapa strategi yang dapat diterapkan di dalam perusahaan adalah sebagai berikut:

1.     Strategi penetrasi pasar

Strategi penetrasi pasar berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk saat ini melalui upaya pemasaran yang lebih besar. Misalnya dengan meningkatkan jumlah tenaga penjual, meningkatkan promosi penjualan dengan cara memberi potongan yang lebih besar atau memberi reward yang lebih untuk angka penjualan tertentu, atau meningkatkan usaha publisitas dengan cara promosi yang lebih luas lagi. Karena dapat dilihat dari peluang yang ada dimana pasar saat ini tidak jenuh dengan produk yang ada bahkan pasar mulai membutuhkan produk-produk perusahaan. Selain itu tingkat penggunaan produk-produk perusahaan saat ini dapat meningkat secara signifikan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang ada.

2.     Strategi pengembangan produk

Strategi pengembangan produk adalah strategi yang mencari peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk saat ini maupun menghasilkan produk baru. Dilihat dari ancaman perusahaan yaitu banyaknya pendatang baru di bidang yang sama, maka perusahaan harus mulai mencoba menghasilkan produk baru yang dapat lebih menarik perhatian konsumen selain memodifikasi produk yang ada sehingga variasi produk perusahaan menjadi lebih banyak lagi. Misalnya dengan mulai memproduksi produk-produk IT lainnya seperti USB, Bluetooth, Card Reades, dan sebagainya.



BAB 4
ANALISA PENANGANAN MASALAH

Di bawah ini, beberapa analisis yang telah di lakukan oleh PT. LG Elektronik Indonesia, adalah sebagai berikut :

1.     Analisis CSF (Critical Succes Factor)

PT. LG Elektronik Indonesia memiliki beberapa faktor kritis yang menjadi penentu keberhasilan dalam perusahaan yang perlu dimonitor oleh eksekutif. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Produk
Perusahaan menetapkan standar bila retur lebih kecil dari 0,05% dari penjualan tiap produk, maka kualitas produk dianggap baik. Oleh karena itu perusahaan selalu melakukan pengecekan terhadap setiap hasil produksi.

2. Promosi
Perusahaan melakukan promosi melalui berbagai media, yaitu TV, Tabloid, Majalah, Internet, Koran, Spanduk, Pameran, dll untuk meningkatkan penjualan.

3. Service yang memuaskan
Pemberian service yang memuaskan dapat menjadi nilai lebih bagi perusahaan dalam usaha memperoleh kesetiaan pelanggan akan barang perusahaan disamping memberikan image yang baik dalam hal pelayanan konsumen.

4. Harga
Harga yang ditawarkan oleh perusahaan menggunakan satuan $ (US Dollar), sehingga harga produk relatif stabil, tanpa dipengaruhi oleh fluktuasi Rupiah. Selain itu, harga yang ditawarkan juga  terjangkau oleh para pelanggan karena dapat bersaing dengan para kompetitornya.

2.     Analisis SWOT

Evaluasi Faktor Internal

Evaluasi faktor-faktor internal ini berguna untuk mengetahui kekuatan ataupun kelemahan dari perusahaan, dimana dengan mengetahui kekuatan ataupun kelemahan yang terdapat di dalam perusahaan ini dapat membantu perusahaan di dalam memilih strategi yang tepat untuk mendapatkan keunggulan bersaing.

Untuk mengatasi permasalahan tentang pemecahan masalah dengan membangun Sistem Informasi Eksekutif Pemasaran yang memiliki kriteria sebagai berikut :

1.      Sistem yang dirancang mampu menyajikan informasi yang dibutuhkan eksekutif yang bersifat ringkas dalam bentuk tabel dan grafik melalui fasilitas drill down dan drill up sehingga dapat memudahkan eksekutif dalam melihat dan me-monitoring informasi tentang pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi.

2.      Sistem yang dirancang menggunakan exceptional report untuk menyajikan informasi perbandingan antara yang tertinggi dengan yang terendah dan perbandingan antara kinerja aktual dengan kinerja yang telah ditentukan sebelumnya.

3.      Sistem yang dirancang mampu menyediakan informasi eksternal tentang pesaing sehingga membantu eksekutif dalam menganalisa situasi persaingan dan pangsa pasar.

4.      Sistem yang dirancang mampu menampilkan informasi yang selalu up-todate, serta adanya fasilitas yang menghubungkan SIE dengan aplikasi lain yang sering digunakan oleh eksekutif.

 
BAB 5
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

PT. LG Elektronik memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasaran produk-produknya. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen. Mereka mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk.

Di Perusahaan LG Elektronik ,sistem pelayanan pelanggan, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-menerus terhadap produk-produk LG Elektronik dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan keluhan dan kebutuhan mereka masing-masing.

Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan LG Elektronik Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia . Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), LG Elektronik terus berinovasi untuk menciptakan produk, fitur, strategi pemasaran, serta prmosi penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri.


           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar