Assalamualikum , akhirnya mulai mencoba untuk menulis lagi... Yey... :-)
Semua orang pasti punya masalah... Terlalu naif kalau berkata aku baik baik saja...
Tapi, sebuah masalah itu bukanlah alasan untuk tidak mau melakukan perubahan dan menjadi lebih baik lagi.
Yakin lah Allah gak akan memberi masalah diluar kemampuan hambanya...
Semua dimulai dari sendiri... Mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa melewatinya... Tetap semangat dan selalu mencoba untuk lebih baik lagi...
Selasa, 13 Agustus 2019
Rabu, 16 Januari 2013
PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
PERAN SENTRAL PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
Pendidikan dan kesehatan merupakan tujuan pembangunan yang
mendasar,terlepas dari hal-hal lain, kedua hal itu merupakan hal yang penting.
Kesehatan merupakan inti dari kesejahteraan, dan pendidikan merupakan hal yang
pokok untuk menggapai kehidupan yang memuaskan dan berharga. Keduanya merupakan
hal yang fundamental untuk membentuk kapabilitas manusia yang lebih luas yang
berada pada inti makna pembangunan.
Pada saat yang sama, pendidikan memainkan peran kunci dalam membentuk
kemampuan sebuah negara berkembang untuk menyerap teknologi modern dan untuk
mengembangkan kapasitas agar tercipta pertumbuhan serta pembangunan yang
produktivitas. Sementara itu, keberhasilan pendidikan juga bertumpu pada kesehatan yang
baik. Oleh karena itu, kesehatan dan juga pendidikan juga dapat dilihat sebagai
komponen pertumbuhan dan pembangunan yang vital sebagai input produksi
aggregat.
Peran gandanya sebagai input maupun output menyebabkan kesehatan dan
pendidikan sangat penting
dalam pembangunan ekonomi. Di sisi lain, kesehatan dan pendidikan
sangat erat hubungannya dengan pembangunan ekonomi. Di satu sisi, modal
kesehatan yang lebih baik dapat meningkatkan pengembalian investasi yang
dicurahkan untuk pendidikan, karena kesehatan merupakan faktor penting agar
seseorang bisa hadir di sekolah dan dalam proses pembelajaran formal.
TREND
DAN KONVERGENSI INTERNASIONAL DALAM BIDANG KESEHATAN DAN PENDIDIKAN
Tingkat kesehatan dan pendidikan telah meningkat, baik di negara maju
maupun dinegara berkembang,
namun ukuran kemajuan yang lebih cepat terjadi di negara-negara
berkembang. Akibatnya,terdapat
sejumlah konvergensi internasional dalam berbagai ukuran ini. Hal ini sangat
berlawanan dengan pendapatan perkapita, yang kurang atau tidak menampakkan tanda-tanda
konvergensi antar negara. Meskipun jurang
kesehatan dan pendidikan antara negara-negar
berkembang dengan Negara maju masih tetap lebar, dan perbaikan
dimasa depan tidaklah gampang,
namun kemajuan yang terjadi hingga saat ini tidak dapat dipungkiri.
Tingkat Proporsi bersekolah mencerminkan perubahan
investasi yang cepat dibidang pendidikan, ketimbang menunggu pendidikan anak-anak pada saat ini
dibandingkan dengan tingkat pendidikan seluruh masyarakat ketika mereka menjadi
dewasa. Namun demikian, ada juga
keuntungan untuk mengukur kemajuan dengan”stok pendidikan”,atau tingkat
pendidikan rata-rata dalam masyarakat secara keseluruhan, karena seseorang
dapat masuk kesekolah dasar namun tidak
dapat menyelesaikannya.
Di negara-negara miskin tingkat kematian anak masih saja
dengan tingkat 10 kali lipat lebih tinggi dari pada negar maju. Disamping itu, pola-pola yang
lebih diterapkan dimasa lalu tidak dapt sepenuhnya digunakan untuk meramalkan
tren masa depan. Sebagai contoh, juga mungkin
terjadi bahwa tingkat konvergensi itu sendiri berjalan dengan lambat. Baru-baru,sejumlah
kemajuan kesehatan di negara-negara
miskin sudah dilakukan dengan susah payah, ternyata
mengalami serangan penyakit lain,
terutama dari AIDS,
juga tuberculosis
(TBC), wabah malaria yang
muncul kembali, dan
bakteri-bakteri baru yang lebih resisten.
PENDIDIKAN DAN KESEHATAN SEBAGAI
INVESTASI DALAM PEMBANGUNAN
Sebab analisis atas investasi dalam bidang kesehatan dan pendidikan menyatu
dalam pendekatan modal manusia. Modal manusia (human capital)
adalah istilah yang sering digunakan oleh para ekonom untuk pendidikan,
kesehatan dan kapasitas manusia yang lain yang dapat meningkatkan
produktivitas. Jika hal-hal tersebut ditingkatkan setelah investasi awal
dilakukan, maka dapat dihasilkan suatu aliran penghasilan masa depan dari
perbaikan pendidikan dan kesehatan. Akibatnya, suatu tingkat
pengembalian (rate of return) dapat diperoleh dari investasi terhadap
pendidikan dan kesehatan. Hal ini sangatlah penting karena pendidikan dan
kesehatan juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan, namun pendekatan
modal manusia berfokus pada kemampuan tidak langsung meningkatkan taraf hidup
yang lebih baik, karena diperlukan pula proses yang panjang untuk melakukan hal
tersebut.
Harapan hidup yang lebih panjang dapat meningkatkan pengembalian atas
investasi dalam pendidikan, sementara kesehatan yang lebih baik akan
menyebabkan rendahnya tingkat depresiasi modal pendidikan. Sementara itu, modal
pendidikan yang lebih baik dapat meningkatkan pengembalian atas investasi dalam
kesehatan, karena banyak program kesehatan bergantung pada keterampilan dasar
yang dipelajari disekolah, termasuk kesehatan pribadi dan sanitasi, disamping
melek huruf dan angka, juga dibutuhkan pendidikan untuk membentuk dan melatih
petugas pelayanan kesehatan. Pada akhirnya, perbaikan atas
efesiensi produktif dari investasi dalam pendidikan dan kesehatan dapat
meningkatkan harapan hidup.
KONDISI
DAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Beberapa permasalahan pendidikan diindonesia
diantara nya sebagai berikut :
1.
Kesempatan memperoleh pendidikan tingkat dasar belum merata, terutama
untuk menjangkau masyarakat kurang mampu.
2.
Angka putus sekolah, angka buta huruf yang masih tinggi
3.
Partisipasi sekolah di tingkat SLTP dan SMU masih rendah
4.
Mutu dan muatan kurikulum masih kurang sesuai dengan kebutuhan pasar
tenaga kerja, yang tercermin dari banyaknya lulusan yang tidak memiliki
ketrampilan yang dibutuhkan
5.
Pendidikan Luar Sekolah belum dapat perhatian optimal dari pemerintah
6.
Lulusan Perguruan Tinggi tidak menjawab tuntutan otonomi
7.
Pelayanan pendidikan yang masih rendah, dan belum punya standard
pelayanan minimal
8.
Kuantitas dan kualitas guru masih dirasakan kurang memadai.
9.
Tingkat kesejahtaraan guru masih rendah
10. Sarana
dan prasarana pendidikan dalam jumlah dan kualitas masih dirasakan kurang,
terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di wilayah padat penduduk
11. Manajemen
berbasis sekolah belum terlaksana dengan baik dan ini mencerminkan masih
rendahnya partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan
12. Alokasi
anggaran untuk pendidikan masih dirasakan belum memadai untuk kebutuhan yang
ada
13. Sekolah masih belum mampu memecahkan masalah
tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas, dengan optimal.
KONDISI DAN PERMASALAHAN KESEHATAN
Beberapa
permasalahan yang muncul di bidang kesehatan di antaranya adalah sebagai
berikut :
1.
Kualitas (kelayakan) sarana dan prasarana kesehatan masih rendah,
demikian pula halnya dengan daya tampung Rumah Sakit yang makin terbatas.
2.
Pelayanan kesehatan masih rendah mutunya sedangkan tuntutan masyarakat
sudah tinggi terutama pada kelalaian RS dalam melayani kesehatan
3.
Pelayanan gawat darurat masih buruk, termasuk koordinasi antar
lembaganya dalam penanganan terpadu
kondisi gawat darurat.
4.
Kuantitas dan kualitas tenaga medis masih dirasakan kurang memadai untuk
tuntutan profesionalisme pelayanan kesehatan
5.
Tingkat kesejahteraan karyawan
masih kurang memuaskan.
6.
Sistem manajeman, struktur, dan kinerja RS dirasakan kurang sesuai
dengan kebutuhan dan membatasi kemandirian, sehingga kurang mendukung pelayanan
kesehatan yang optimal
7.
Sistem birokasi menyulitkan
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit pemerintah
8.
Belum tersedianya sistem informasi standard mengenai pelayanan kesehatan
yang disediakan oleh Rumah Sakit pemerintah
9.
Pembinaan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan pola hidup
bersih sehat di lingkungan kumuh dirasakan masih kurang optimal baik hasil
maupun prosesnya, sehingga perilaku sehat masyarakat masih buruh dan masalah
kesehatan di lingkungan kumuh belum teratasi
10. Peran
serta masyarakat untuk aktif dalam meningkatkan hidup sehat dan sadar kesehatan
masih rendah
11. Mahalnya
biaya pengobatan
ARAH
KEBIJAKAN
Pendidikan
Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan
yang bermutu bagi seluruh warga Propinsi DKI Jakarta menuju terciptanya manusia
yang berkualitas tinggi, serta dapat meningkatkan penguasaan, pengembangan dan
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kesehatan
Meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga paramedis dan tenaga medis,
sehingga dapat saling mendukung dalam memberikan prioritas pada upaya peningkatan
kesehatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan rehabilitasi masyarakat,
serta dapat memelihara mutu lembaga dan pelayanan kesehatan termasuk sarana dan
prasarana dalam bidang medis dan tersedianya obat yang harganya dapat dijangkau
oleh masyarakat.
STRATEGI BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
Pendidikan
Mendorong upaya pemerataan kesempatan pendidikan terutama pendidikan
dasar, pendidikan sekolah luar biasa, kepada kelompok yang kurang mampu melalui
kebijakan yang mendorong terciptanya pendidikan alternatif khususnya pendidikan
luar sekolah (PLS), mengurangi angka putus sekolah dengan memperhatikan
keterjangkauan biaya, serta meningkatkan peran perpustakaan umum dan daerah
dalam mendorong upaya untuk mempopulerkan fungsinya sebagai penunjang
pendidikan masyarakat. Khusus pendidikan tinggi, mendukung upaya peningkatan
kerjasama antar
perguruan
tinggi.
Kesehatan
Mendorong upaya perbaikan pelayanan kesehatan dengan menerapkan
kebijakan yang mengatur standar mutu pelayanan kesehatan dan koordinasi antar
instansi dalam penanggulangan keadaan gawat darurat, mendorong dan mendukung
upaya-upaya perbaikan manajeman kesehatan menuju kemandirian lembaga-lembaga kesehatan agar
dapat mengembangkan potensinya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang
optimal, serta mendukung upaya untuk memperbaiki dan menambah sarana dan
prasarana kesehatan yang dibutuhkan tanpa mengurangi peran aktif masyarakat
untuk
mewujudkan pelaksanaan gaya hidup sehat sebagai cara pencegahan penyakit.
Perkembangan Neraca Pembayaran 2011
Pada
triwulan III 2011 transaksi berjalan masih menunjukkan kinerja yang positif
dengan mencatat surplus USD0,2 miliar. Namun, surplus pada transaksi berjalan
tersebut tidak dapat menutupi defisit USD3,4 miliar yang terjadi pada transaksi
modal dan finansial. Sejalan dengan itu, secara keseluruhan Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) mengalami defisit USD4,0 miliar dan jumlah cadangan devisa
turun menjadi USD114,5 miliar pada akhir September 2011. Jumlah cadangan devisa
ini diperkirakan cukup untuk membiayai kebutuhan impor dan pembayaran utang
luar negeri pemerintah selama 6,6 bulan.
Kinerja
transaksi berjalan masih positif karena surplus pada neraca barang dan neraca
transfer berjalan melampaui defisit pada neraca jasa dan neraca pendapatan.
Surplus neraca barang tetap tinggi berkat kinerja neraca perdagangan migas yang
membaik. Setelah sempat mengalami defisit pada triwulan sebelumnya, neraca perdagangan
migas kembali mengalami surplus, ditopang oleh produksi minyak dan volume
ekspor gas yang meningkat serta volume impor minyak yang menurun. Kontribusi
positif juga berasal dari berkurangnya deficit neraca jasa seiring dengan
meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Transaksi
modal dan finansial mengalami defisit akibat keluarnya sebagian investor asing
dari pasar surat utang negara dan pasar saham domestik serta besarnya jumlah
SBI milik investor asing yang jatuh tempo. Arus keluar investasi portofolio
tersebut dipicu oleh terjadinya gejolak di pasar finansial global menyusul
proses penyelesaian krisis utang di Eropa yang berlarut-larut. Di sisi lain,
minat investor asing untuk menanamkan modalnya dalam bentuk investasi langsung
dan pemberian kredit kepada sektor swasta masih tetap tinggi, didukung oleh
iklim investasi yang kondusif dan terjaganya stabilitas perekonomian di dalam
negeri.
Neraca
Pembayaran Indonesia (NPI) pada Tw. III-2011mengalami defisit sebesar
USD4,0miliar, terutama akibat tekanan pada transaksi modal dan finansial yang
mengalami defisit sekitar USD3,4 miliar yang jauh lebih besar dibandingkan
surplus transaksi berjalan (USD0,2 miliar). Di tengah ketidakpastian yang
tinggi atas penyelesaian krisis utang di Eropa yang menyebabkan perlambatan
ekonomi di kawasan tersebut dan juga perlambatan ekonomi AS, kinerja neraca
perdagangan barang masih mencatat surplus. Bersama dengan surplus pada transfer
berjalan, surplus tersebut mampu melebihi defisit yang terjadi pada neraca
pendapatan dan neraca jasa, sehingga transaksi berjalan tetap surplus. Di sisi
lain, dampak dari kondisi di Eropa dan AS menyebabkan arus keluar modal
investasi portofolio mengalir deras, terutama pada komponen saham dan Surat
Utang Negara.
Kendatipun
demikian, level arus masuk modal langsung yang cukup tinggi mampu menahan laju
penurunan kinerja transaksi modal dan finansial menjadi tidak terlalu dalam.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia
selama Tw. III-2011, antara lain:
1. Diversifikasi mitra dagang Indonesia mendorong
kinerja ekspor di triwulan laporan tetap kuat kendati laju harga komoditas
utama ekspor melambat;
2. Pertumbuhan ekonomi Tw. III-2011 cukup tinggi
mencapai 6,5%, didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi
yang masing-masing tumbuh sebesar 4,8% dan 7,1%. Perkembangan permintaan domestik
ini mendorong akselerasi pertumbuhan impor nonmigas;
3. Produksi minyak yang meningkat dan konsumsi
bahan bakar minyak (BBM) yang sedikit menurun menyebabkan defisit neraca
perdagangan minyak mengecil;
4. Gejolak di pasar keuangan global akibat
ketidakpastian penyelesaian krisis sovereign debt di kawasan Eropa dan
memburuknya perekonomian Amerika Serikat berimbas pada perkembangan pasar
finansial di emerging markets, termasuk Indonesia. Derasnya arus keluar modal
asing, terutama pada Agustus-September 2011, dari pasar saham domestik dan
Surat Utang Negara (SUN) serta besarnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) milik
asing yang jatuh tempo menyebabkan tekanan defisit pada transaksi modal dan
finansial.
Dengan
melihat perkembangan itu, terdapat beberapa hal yang membuat kita masih patut
berbesar hati. Perkembangan ekspor yang mengalami peningkatan demikian pesat
akhirnya menggambarkan potensi perekonomian Indonesia dalam melakukan penetrasi
secara global. Kita tentu sering berpikir,peningkatan ekspor tersebut terutama
karena peningkatan harga-harga komoditas. Kendati demikian,jika kita menilik
beberapa komoditas yang ada,kesimpulan yang bisa kita ambil, memang sungguh
telah terjadi peningkatan volume ekspor.
Minyak sawit dan batu bara misalnya mengalami kenaikan volume yang cukup besar karena terjadi peningkatan produksi kedua komoditas tersebut. Perkembangan ini didukung oleh semakin meluasnya kebun sawit yang mengalami panen serta semakin besarnya kapasitas produksi batubara Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir kita juga mengamati peningkatan volume ekspor karet karena permintaan komoditas tersebut meningkat tajam seiring kenaikan penjualan mobil secara global. Yang juga membuat kita patut berbesar hati adalah semakin berkembangnya ekspor hasil industri Indonesia.
Dahulu ekspor hasil industri kita terutama berpusat pada tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki.Banyak pihak mengatakan, industri tersebut merupakan foot loose industry yang mudah berpindah untuk mencari biaya produksi lebih rendah. Kendati demikian, dalam perkembangan terakhir ekspor TPT Indonesia justru mengalami kenaikan kembali dan bahkan sudah lebih dari USD13 miliar, telah jauh melampaui USD10 miliar yang sebelumnya menjadi rekor ekspor industri tersebut.Namun, sekarang ini kita juga melihat bangkitnya ekspor elektronika yang bahkan nilainya bersaing ketat dengan ekspor TPT.
Yang
lebih luar biasa lagi adalah peningkatan ekspor industri automotif Indonesia.
Ini berarti ekspor industri automotif kita sudah semakin mengglobal dewasa ini.
Karena itu, peningkatan yang sangat tajam dari ekspor kita tidaklah hanya
terkonsentrasi pada beberapa produk saja, tapi sudah sangat luas cakupannya, atau
yang sering disebut sebagai broad based. Dengan melihat perkembangan ini,
sangat mungkin ekspor Indonesia pada 2012 masih akan mengalami kenaikan meski
tidak secepat tahun lalu.
Dari sisi impor,kita melihat peningkatan yang sangat pesat dari impor barang-barang modal. Perkembangan ini menandakan terjadi peningkatan investasi, baik yang berasal dari investor dalam maupun luar negeri. Untuk investor dari luar negeri,perkembangan impor itu akan dikompensasi dengan aliran modal masuk dalam jumlah yang setara (atau bahkan mungkin lebih karena kebutuhan investasi untuk modal kerjanya).Karena pemerintah kita sangat getol mengundang masuknya investasi asing,sebetulnya sudah bisa dipastikan bahwa impor barang modal pasti akan mengalami kenaikan tajam. Namun,karena impor ini diimbangi oleh masuknya modal (dalam neraca modal), sebetulnya yang terjadi adalah aliran modal yang tidak menimbulkan utang atau yang disebut dengan non-debt creating flows.
Kenaikan impor oleh faktor ini seharusnya membuat kita bergembira dan bukan bersedih atau bahkan khawatir.Jika kita melihat aliran modal langsung (PMA) sepanjang 2011 mencapai USD10,437 miliar, sebetulnya jika tidak ada PMA tersebut, neraca perdagangan kita akan mengalami surplus lebih besar yaitu sekitar USD46 miliar, lebih dari USD35 miliar yang terjadi saat ini. Dengan melihat perkembangan tersebut, defisit yang terjadi pada kuartal ketiga dan keempat pada 2011 lebih karena terjadi aliran balik dari investasi portofolio yang tertanam di Indonesia.
Perkembangan tersebut pada hakikatnya tidak akan memengaruhi perkembangan sektor riil sehingga secara fundamental perekonomian kita bisa dikatakan masih sangat sehat. Dengan melihat perkembangan rating Indonesia yang mengalami peningkatan menjadi investment grade oleh lembaga pemeringkat Fitch and Moodys, kita bisa berharap akan terjadi aliran modal balik kembali masuk ke Indonesia untuk masuk dalam aset-aset keuangan Indonesia. Itulah sebabnya dalam beberapa minggu terakhir kita mulai melihat kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) meski perkembangannya mengalami pasang- surut yang cukup besar.
Jika aliran dana masuk tersebut berlangsung sebagaimana terjadi pada semester pertama tahun lalu, bisa dipastikan neraca pembayaran Indonesia akan kembali mengalami surplus sehingga cadangan devisa kita akan mengalami kenaikan, sementara nilai rupiah juga akan cenderung menguat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Yang Populer Nie
-
ASALAMUALAIKUM WR.WB. SELAMAT MALAM DAN SALAM SEJAHTERA. ACARA PEMBUKAAN KEGIATAN SOSIALISASI PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN U...
-
Yang kami hormati Bapak Lurah Kec. Tanjungpinang Barat Bapak-bapak Ketua RW seluruh Kec. Tanjungpinang Barat Ibu-ibu, Bapak-bapak da...
-
Wanita dengan gejala sedikit kumis di atas bibir ditambah dengan siklus haid yang tidak teratur sebaiknya berhati-hati karena itu pertanda...