Entri Populer

Senin, 04 Juni 2012

wanita yang mempunyai Hormon Testoteron / Androgen (Pria) lebih tinggi


Wanita dengan gejala sedikit kumis di atas bibir ditambah dengan siklus haid yang tidak teratur sebaiknya berhati-hati karena itu pertanda kemungkinan susah punya anak.

"Wanita yang punya kumis, bulu lebat dan siklus menstruasi tidak teratur adalah ciri-ciri wanita dengan
penyakit Polycystic Ovary Syndrome. Penyakit ini biasanya menyebabkan reproduksi wanita terganggu dan akhirnya susah punya anak" ujar dr Hendro Sudarpo, SpOG dari Siloam Hospital, Jakarta, Jumat (19/2/2010).

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah
penyakit pada wanita yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon. Wanita yang punya penyakit ini biasanya akan mengalami siklus haid yang tidak teratur, pertumbuhan bulu-bulu halus dan susah punya anak.

Jika tidak segera ditangani, PCOS bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes dan jantung. PCOS terjadi pada 1 dari 15 wanita dan gejalanya biasanya muncul sejak remaja.

Biasanya wanita yang menderita PCOS memiliki bulu lebat dan sedikit rambut di daerah mulut yang terlihat seperti kumis. Hal ini dikarenakan ovarium memproduksi hormon pria (androgen) sehingga wanita dengan
penyakit ini sering disebut hiperandrogen.

Kelebihan hormon pria tersebut menyebabkan siklus ovulasi terhenti, sering jerawatan dan pertumbuhan rambut yang tak normal pada bagian wajah dan tubuh.

Wanita dengan PCOS juga umumnya berbobot badan besar atau gemuk, tapi orang kurus juga bisa mengalaminya. Orang gemuk cenderung punya maslah insulin atau resistensi insulin sehingga meningkatkan kemungkinan
penyakit diabetes.

Seperti dikutip dari Webmed, beberapa gejala PCOS antara lain:
  1. Jerawatan.
  2. Peningkatan berat badan dan kesusahan menurunkan berat badan.
  3. Ada rambut atau bulu halus yang tumbuh di daerah wajah, dada, perut atau punggung.
  4. Ada rambut tipis di daerah kening kepala.
  5. Punya siklus haid yang tidak teratur, pendarahan saat menstruasi dan biasanya hanya 9 kali dalam setahun atau kurang.
  6. Masalah kesuburan, biasanya wanita dengan PCOS susah hamil dan punya anak (infertil).
  7. Sering merasa depresi.

Ovarium wanita dengan PCOS umumnya ditumbuhi kista-kista kecil dalam jumlah banyak, itulah mengapa
penyakit ini disebut dengan polycystic ovary syndrome yang artinya banyak kista dalam ovarium.

Penyebab PCOS adalah ketidakseimbangan hormon yang biasanya menurun dalam keluarga. Jadi jika ibu, nenek, atau saudara lainnya punya riwayat penyakit ini kemungkinan Anda juga akan memilikinya.

Olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi dan kontrol berat badan adalah kunci menangani
penyakit PCOS. Obat-obatan yang bisa menyeimbangkan hormon juga bisa dipakai untuk mengurangi gejala PCOS. Dokter biasanya akan meresepkan obat pengontrol kehamilan dan obat diabetes untuk penderita PCOS.

"Pil KB dan obat diabetes mengandung senyawa anti androgen yang bisa mengurangi kelebihan hormon pria pada penderita PCOS," ujar Dr Hendro.

Obat pengatur kehamilan (pil KB) akan mengurangi tumbuhnya rambut di bagian-bagian yang tidak diinginkan sedangkan obat diabetes (metformin) akan mencegah terjadinya diabetes dan memperlancar siklus menstruasi. Bagi yang ingin cepat hamil dan punya anak bisa minum obat penambah kesuburan.

Salah satu gejala yang merusak penampilan wanita penderita PCOS adalah tumbuhnya rambut-rambut halus di daerah-daerah tertentu. Tapi tak usah khawatir, untuk urusan itu bisa diatasi dengan waxing, mencukur, mencabut, laser atau menggunakan krim yang menghambat pertumbuhan rambut tersebut.

Meski kelainan androgen bisa terjadi pada wanita di segala usia, tidak  semua wanita bisa mengalaminya. Pasalnya, faktor terbesar penyebab  kelainan ini adalah genetis alias keturunan. Ingin tahu lebih lanjut?  Simak tanya jawab bersama dr. Anita berikut ini:

1 Selain karena genetis, adakah penyebab lain kondisi ini?
Memang ada beberapa faktor lain.Misalnya, adanya tumor di indung telur  atau ke-lenjar adrenal. Selain itu, terlalu banyak/sering mengonsumsi  obat-obatan yang mengandung steroid, atau punya kebiasaan berolahraga  berlebihan, juga dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon androgen  pada wanita.

2 Ada kaitannya dengan gaya hidup sehari-hari?
Secara tidak langsung, makanan tidak memengaruhi peningkatan produksi  androgen. Tapi, bila Anda berprofesi sebagai atlet, personal trainer,  atau maniak olahraga, kebiasaan ini bisa membuat kadar androgen  meningkat tajam.

3 Ada mitos, wanita yang banyak bulunya,
punya libido tinggi. Benarkah?
Bila sudah didiagnosis sebagai wanita androgenik akibat kelebihan  androgen, dalam hal ini testosteron (hormon seks pada pria), Anda memang  bisa memiliki libido lebih tinggi ketimbang wanita yang tingkat  androgennya normal.

4 Berbahayakah bila tidak ditangani?
Kondisi ini tidak membahayakan kesehatan tubuh. Hanya, sering kali  wanita merasa tidak nyaman, karena menganggap dirinya kurang feminin,  sehingga mencari berbagai cara untuk mengatasinya.

5 Benarkah wanita androgenik susah memiliki momongan?
Dengan meningkatnya hormon androgen, otomatis produksi estrogen dalam  tubuh wanita jadi berkurang. Mau tak mau kondisi itu akan berpengaruh  pada siklus haidnya, termasuk terganggunya proses ovulasi. Padahal,  ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari  ovarium, untuk dibuahi sperma. Ketika ovulasi tidak terjadi, maka tidak  ada sel telur yang bisa dibuahi sperma. Akibatnya, proses kehamilan pun  sulit terjadi.

6 Adakah jenis makanan/minuman yang dapat menghambat produksi androgen pada wanita?
Tidak ada jenis makanan/minuman –termasuk teh herba– yang bisa  memengaruhi kondisi ini. Setidaknya, belum ada penelitian ilmiah yang  sudah membuktikan hal itu.

7 Benarkah pil KB bisa menghambat produksi hormon androgen?
Benar. Kandungan Cyproteron Acetate (CPA) yang terdapat pada pil KB  dapat membantu mereka yang memiliki gangguan hiperandrogen. Normalnya,  CPA mengatur hormon estrogen dan progesteron (hormon reproduktif) dengan  cara menghambat produksi alami estrogen dan progesteron dalam ovarium,  sehingga proses pertumbuhan dan pelepasan folikelnya terhambat.
Di sisi lain, pil KB juga dapat mengatur hormon androgen dengan cara  memblokir efek androgen, sehingga dapat mencegah timbulnya jerawat dan  bintik-bintik hitam di wajah.

8 Adakah terapi untuk mengatasi masalah ini?
Perlu diketahui, gangguan hormon androgen tidak bisa disembuhkan, tapi  bisa dikontrol dengan menggunakan obat-obatan atau suplemen hormon  tertentu. Memulihkan tubuh yang terganggu akibat ketidakstabilan hormon  tentu membutuhkan waktu yang berbeda-beda pada setiap orang, sesuai  dengan derajat keparahannya.

Jika Anda rutin mengonsumsi obat-obatan yang mengandung steroid,  sebaiknya hentikan. Selain itu, bagi atlet atau maniak olahraga yang  ingin punya momongan, sebaiknya cuti berolahraga dulu.

Sebab, olahraga yang berlebihan dapat memacu produksi androgen. Dokter  pun terkadang memerlukan kerja sama dengan sejumlah spesialis lain untuk  membantu pengidap hiperandrogen agar kembali ke kondisi femininnya.  Mereka yang mengalami dampak hiperandrogen berupa kegemukan, tentu  diperlukan saran dari ahli gizi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar